Pada dasarnya, menikah merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim. Bahkan, beliau juga pernah mengatakan “orang yang tidak mau menikah dengan tanpa alasan yang Syar’i, dimasukkan kedalam kategori bukan dari pengikutnya”.

Mengingat akan hal itu, posisi dari anjuran Rasulullah SAWserta larangan Tabattul (membujang) menjadikan pernikahan sebagai salah satu upaya guna menyempurnakan Iman. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai hukum menikah dalam pandangan hadits, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

  1. Untuk yang Mampu Wajib Menikah, dan Bagi yang Belum Mampu Harus Berpuasa

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lainnya yang mengatakan Rasulullah SAW bersabda : “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah. Karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”

  1. Dianjurkan Menikahi Wanita yang Berdasarkan Agamanya

Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Wanita dinikahi karena empat perkara, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka, dapatkanlah wanita yang taat beragama, niscaya kamu akan beruntung.” (HR Bukhari dan Muslim).

  1. Menikahi Perempuan yang Subur dan Penyayang

Anas Ibnu Malik Radhiyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah SAW pernah memerintah kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang. Beliau berkata : “Nikahilah perempuan yang subur dan penyaang, sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga di hadapan para Nabi pada hari kiamat.” (Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban).

  1. Rasulullah SAW Mendoakan Seseorang yang Menikah Agar Selalu Diberi Keberkahan dan Kebaikan

Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bila mendoakan seseorang yang menikah, beliau bersabda : “Semoga Allah SWT memberkahimu dan menetapkan berjah atasmu, serta mengumpulkan engkau berdua dalam kebaikan.” (Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

  1. Menikah Adalah Cara Untuk Menyempurnakan Separuh Agama

Dari Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang diberi karunia oleh Allah seorang istri yang salehah, berarti Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah setengah sisanya.” (HR. Baihaqi 1916).

Adapun mengenai riwayat lainnya yang juga dari Anas bin Malik, Nabi SAW pernah bersabda : “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah kepada Allah pada separuh lainnya.” (HR Baihaqi).

  1. Nabi Muhammad SAW Melarang Untuk Melamar Seseorang yang Sudah Dilamar Oleh Orang Lain

Dari Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Janganlah seseorang di antara kamu melamar seseorang yang sedang dilamar saudaranya, hingga pelamar pertama meninggalkan atau mengizinkannya.” (Muttafaq Alaihi dan Lafaznya menurut Bukhari).

Seperti yang tertuang dalam surat An Nur ayat 32, Allah Ta’ala berfirman : “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaku dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” QS. An Nur ayat 32.

Nah, itulah hukum nikah dalam pandangan hadits. Bagaimana, apakah kamu sudah ada niat untuk menikah di tahun ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *